Semua orang dari Medan sampai Lubuk pakam tau siapa itu nagabonar
Itulah sebuah kalimat yang diucapkan nagabonar disalah satu aktingnya di film nagabonar jadi 2. Kalimat itu memang sangat benar, dikarenakan karakter nagabonar ini memang identik dengan daerah medan dan deli serdang, mulai dari logat bahasanya sampai ke tingkah lakunya memang benar benar mencerminkan ciri khas orang medan, seperti kata “bengak”, “monyet”, “apa pulak”, “macammana”, sampai ke kata “awak”. Kata kata tersebut memang merupakan kosa kata yang digunakan oleh kebanyakan orang medan dan daerah deli serdang.
Potret kehidupan sehari hari nagabonar di settingan film pertamanya memang masih bisa ditemui didaerah pedalaman deli serdang, mulai dari logat bahasa sampai tingkah lakunya sangat sesuai sekali, dan mungkin itulah yang membuat tiap film nagabonar laku keras, karena sang pengarang karakter nagabonar, Bapak Asrul Sani adalah orang asli sumatera utara yang lama tinggal di daerah pangkalan brandan.
Sebenarnya logat bahasa yang digunakan nagabonar bukanlah logat batak, melainkan logat melayu pesisir dan bahasa yang digunakan adalah bahasa pasaran di medan. Kata bengak itu bisa dibilang berarti bodoh atau paok, dan sampai sekarang, kata bengak itu sangat populer di medan, seperti kalau seseorang kesal ke orang lain, dia pasti ngomong “aaah… bengak kali kau”
Bahasa Indonesia di medan memang rancu atau berbeda artinya dengan bahasa indonesia yang biasa digunakan, saya ambil contoh kata “kereta”, di Jakarta atau di jawa, kata kereta identik dengan kereta api, tetapi beda dengan di medan, kata kereta itu mengartikan sepeda motor, dan yang lucu, kalau motor itu di medan berarti mobil.
Pajak itu artinya adalah pasar, dan pasar itu artinya jalan raya. aneh kan? Jadi jangan terkejut kalau ada orang medan yang datang kepada anda dan mengatakan kalau dia memiliki 4 kereta.
Kembali ke nagabonar, sebenarnya nagabonar ini bisa menjadi iconnya medan atau sumatera utara, walaupun karakter ini memang sudah melekat erat dengan pak deddy mizwar yang kalau saya tidak salah, beliau bukanlah orang medan atau sumatera utara.








