Garuda didadaku

Sepakbola, sebuah olahraga yang sangat mendominasi di Indonesia, hampir seluruh lelaki di seluruh Indonesia suka bermain bola, ataupun sekedar menonton sepakbola.  Sepakbola seperti menjadi olahraga favorit di Indonesia, tetapi hal tersebut tidaklah langsung mempengaruhi penampilan tim nasional sepakbola kita, jangankan berbicara prestasi di dunia, berbicara prestasi di tingkat asia pun masih terlalu bermimpi, bahkan prestasi di tingkat kawasan asia tenggara pun masih dibilang masih dalam tingkat “angin-anginan”.

Dahulu kala, tim nasional kita memang terkenal kuat dan cukup disegani,  belum merdeka saja tim nasional kita sudah berkiprah di piala dunia, walaupun tidak mengusung nama Indonesia, tetapi mengusung nama Hindia belanda pada tahun 1938. Ironisnya, hanya itulah penampilan bangsa Indonesia ketika berbicara di tingkat dunia.

Setelah merdeka, penampilan tim nasional Indonesia bisa dibilang juga angin-anginan, sempat hampir masuk piala dunia pada tahun 1958, tapi gagal karena timnas kala itu menolak untuk bermain dengan tim israel.  Pada tahun 70-80an, nama Indonesia cukup disegani, dimana semua tim yang akan berhadapan dengan Indonesia, selalu memperhitungkan, walaupun akhirnya timnas Indonesia, selalu kalah, dan gagal untuk melaju ke piala dunia ataupun menjadi juara asia.

Kita coba stop untuk berbicara masa lalu, dan kini kita lihat sekarang. Dikawasan asia tenggara, nama timnas Indonesia cukup ditakuti, banyak yang mengatakan di asia tenggara, tim kuat hanya dihuni indonesia, thailand dan vietnam. Hal tersebut memang benar dan dibuktikan pada tahun 2007 ketika Indonesia menjadi tuan rumah Piala Asia, hanya indonesia dan vietnam yang mampu merepotkan lawan lawannya, bahkan vietnam berhasil masuk ke babak kedua, dan Indonesia gagal. Kegagalan indonesia kali ini bukan tanpa alasan, memang Indonesia masuk ke grup maut, dimana grup ini dihuni oleh Korea selatan, Arab saudi, bahrain dan Indonesia. Bahrain dikalahkan, arab saudi dan korea selatan hanya menang tipis dari Indonesia, bahkan arab saudi sangat kesulitan mengalahkan Indonesia, dan demam garuda kala itu sempat menghangat, dan kemudian redup kembali.

Kini, di ajang Piala AFF 2010, Indonesia kembali menunjukkan kedigdayaannya, Partai perdana melawan malaysia diwarnai dengan pesta gol, 5-1. Laos pun tidak ketinggalan, dibantai 6-0, Indonesia langsung masuk ke babak semifinal dan memuncaki klasemen tanpa harus tertatih tatih seperti musuh bebuyutan kita, Thailand yang 2 kali seri melawan malaysia dan laos. Memang.. pertandingan melawan thailand tidak mempengaruhi posisi Indonesia dari klasemen, tapi disaat timnas kita sedang on fire, ada baiknya kalau saatnya kita semakin mempertegas kedigdayaan kita dengan melibas Thailand. Menang telak melawan thailand akan menjadi tolak ukur Indonesia untuk menghadapi piala asia 2015 dan bahkan dengan melibas thailand pada pertandingan nanti, kita bisa menaruh asa kepada piala dunia 2018 atau 2022.

Saatnya terbang tinggi garudaku, pertahankan disiplin bermain dan jaga kekompakan untuk terbang kelangit tinggi..

Garuda didadaku

Advertisements